Tata langkah Sholat Hajat dan Keutamaannya bagi Umat Islam – Sholat hajat adalah adalah sholat yang dijalankan oleh umat Muslim dengan obyek supaya permintaannya dikabulkan oleh Allah SWT. identik seperti sholat sunnah lainnya, tata cara sholat hajat pun dijalankan bersama jumlah minimal dua rakaat.
Tata langkah Sholat Hajat Dan Keutamaannya bagi Umat Islam
Para sobat dan ulama biasa melakukan sholat hajat ketika resmikan suatu keperluan baik dalam kondisi mendesak maupun tidak. berasal dari beberapa info baik itu ulama terdahulu maupun kontemporer, udah banyak memperlihatkan keampuhan dan kemujaraban sholat hajat karena terpenuhinya atau terkabulnya permintaan mereka.
Lantas, bagaimana tata cara sholat hajat yang baik dan benar? simak penjelasannya didalam ulasan berikut ini.
Waktu Pelaksanaan dan kuantitas Rakaat Sholat Hajat
Dikutip dari buku Dirasah Islamiyah Kelas VIII SMP Nurul Huda oleh Al Mubdi’u, M.Pd dkk., disebutkan bahwa sholat sunnah hajat dilakukan sedikitnya dua rakaat dan maksimal 12 rakaat. tiap tiap dua rakaat harus disertai dengan salam.
Untuk pelaksanaannya, kenyataannya sholat hajat bisa dilakukan kapan saja, terkecuali di waktu-waktu yang dilarang melaksanakan ibadah sholat. sedangkan kala paling baik untuk melaksanakan sholat hajat adalah pada malam hari, khususnya di sepertiga jatah teranyar malam.
Tata cara Sholat Hajat
Masih didalam sumber yang sama juga berikut adalah tata cara sholat hajat yang benar.
Membaca niat
اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku bermaksud sholat hajat sunnah hajat dua raka’at gara-gara Allah Ta’ala.”
Membaca doa iftitah
Membaca Surat Al-Fatihah, lantas dilanjutkan bersama dengan membaca Surat Al-Ikhlas antara rakaat pertama. setelah itu, membaca Ayat Kursi pada rakaat kedua.
Dikerjakan bersama dengan gerakan sholat layaknya umumnya.
Setelah selesai sholat, direkomendasi untuk membaca istighfar sebanyak 100 kali, sholawat nabi 100 kali, dan dilanjutkan bersama doa.
Pada praktiknya, sholat hajat dapat dilaksanakan secara massal dan berjamaah, tidak hanya perorangan. andaikata ketika didalam suatu tempat atau lebih-lebih negara telah terjadi suatu bala, musibah, bencana, dan krisis, umat Islam juga bisa memohon kepada Allah SWT melewati sholat hajat.
Keutamaan Sholat Hajat
Mengutip buku karya Abu Khansa Al-Harits berjudul Menjemput Berkah melewati Shalat Hajat, pelaksanaan sholat hajat membuka banyak keutamaannya. Di antaranya sebagai tempat komunikasi kepada Allah SWT, pencegah bencana, hingga pengubah takdir.
Selain itu, sholat hajat termasuk berguna sebagai media meminta perlindungan kepada Allah SWT. Sholat hajat dikhususkan untuk meminta segala kemauan dan kebutuhan kepada Yang Maha Esa.
Dengan begitu, takdir baik dan tidak baik yang sudah ditetapkan oleh Allah di Lauhul Mahfudz akan diubah melalui doa. Maka dari itu, perbanyaklah sujud. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Artinya: “Sedekat-dekatnya seorang hamba bersama dengan Tuhannya, yaitu saat ia sedang sujud. Maka, perbanyaklah berdoa di dalamnya.” (H.R. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i).
Selain untuk menghendaki diberikan pertolongan dan rezeki yang melimpah, sholat hajat terhitung ditunaikan kala kami ingin meminta keperluan yang pasif. Menurut sumber, keperluan pasif yang dimaksud adalah bersama dihindarkan dari bencana, bahaya, dan berbagai hal lainnya yang bersifat merugikan.
Mengapa umat Islam mesti kerjakan sholat hajat untuk menghindar dari bencana? dikarenakan bahaya selamanya mengintai kehidupan manusia.
Maka berasal dari itu, umat Muslim mesti menunaikan sholat hajat agar bakal dijauhkan dari hal-hal tidak baik dan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik dan maslahat. sedangkan disaat bencana dan bahaya selanjutnya telah berlangsung segera memohon kepada Allah SWT agar bencana berikut dihilangkan.