Kumpulan Cerita Humor Singkat Lucu dan Menghibur – Bagi beberapa orang, membaca cerita humor atau cerita lucu singkat merupakan keliru satu cara untuk melewatkan capek dan stres sehabis beraktivitas seharian. tak hanya itu, membaca cerita humor juga bisa melakukan perbaikan keadaan hati yang buruk gara-gara punya kandungan lelucon yang lucu.
Kumpulan Cerita Humor Singkat Lucu dan Menghibur
Biasanya, cerita humor di ambil berasal dari kejadian-kejadian unik yang berjalan di lingkungan kurang lebih sehingga pembaca gampang menyadari keadaan ceritanya. Cerita humor terhitung dapat memiliki kandungan sindiran halus terhadap suatu hal Bagi yang pingin membaca cerita humor, tengok kumpulan cerita humor yang lucu dan mengocok perut di bawah ini.
Kumpulan Cerita Humor
Mengutip berasal dari buku bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA karya Indri Anatya Permatasari, tersebut adalah kumpulan cerita humor.
Cerita Humor 1: Pinjam Uang
Seorang Laki-laki masuk bank dan bicara ia pengen pinjam $200 selama enam bulan. Ia menjaminkan Rolls Royce miliknya dan menghendaki bank menghindar mobilnya itu hingga utangnya lunas.
Enam bulan sesudah itu orang itu kembali ke bank membayar $200 dilengkapi $10 bunga dan mencuri ulang Roll–nya.
Petugas pinjaman tanya kepadanya mengapa orang yang mengendarai Roll Royce butuh utang $200 lalu jawabnya, “Saya perlu ke Eropa sepanjang enam bulan dan di mana kembali aku akan menitipkan Rolls selama itu semata-mata $10?”.
Si petugas melongo dan sejurus kemudian tertawa mengakui kecerdikan si pemilik Roll Royce.
Cerita Humor 2: Petugas Kebersihan
Pada suatu hari, ada seorang petugas kebersihan yang tetapi menyapu jalanan kota. Tiba-tiba dari arah barat, ada pengendara mobil yang melemparkan sampah keluar kaca jendela mobil.
Karena kesal, selanjutnya petugas kebersihan pun menghentikan kegiatan menyapunya dan berteriak kencang.
”Woy, andaikata membuang sampah liat-liat dong, jangan buang sampah seenaknya, hargai saya seandainya ulang kerja!”.
Lalu mobil itupun berhenti, dan dari dalam keluarlah seorang pria yang rapi berkemeja dan berdasi. kelanjutannya petugas kebersihan menentukan untuk menghampiri orang itu.
“Pak, bisa kagak sih kalo buang sampah nggak di berjalan Ini saya sulit bersihinnya!”, kata petugas kebersihan bersama dengan perasaan kesal.
“Sebelumnya maaf Pak, saya tadi tidak punya niat gitu” jawab pria itu.
“Masih aja ngeles, alesan padahal sudah ketahuan” sahut petugas kebersihan.
“Jadi gini Pak, aku ini hobi main basket, dan aku tadi tetapi mencoba latihan bersama melempar sampah ke tong sampah di sana”, pria berdasi menjawab sambil menunjuk tong sampah didekatnya.
Akhirnya petugas kebersihan meninggalkan perbincangan sambil bergumam bicara didalam hati “Ada-ada: saja, basic orang-orang jaman saat ini makin lama aneh aja”.
Cerita Humor 3: Anak Presiden, Anak Petani
Pada suatu hari, Tutut, anaknya Soeharto lewat jalan tol di Jakarta. Penjaga tol bicara “Totalnya 3.000 rupiah”. Tutut dikala itu tidak punya duit seribuan mengeluarkan duit Rp50.000 langsung aja menyodorkan tuh.
Penjaga tol menyebutkan “Ini bu, kembaliannya.” Tutut kemudian menjawab “Sudah, simpan saja buat keluarga anda.” Penjaga tol jadi suka gara-gara terima Rp47.000 dan langsung berterima kasih kepada Tutut.
Setelah beberapa jam Tommy datang melewati jalan tol tersebut Tommy mengeluarkan duit Rp20.000, penjaga tol sesudah itu perlihatkan kembalian kepada Tommy “Ini pak, kembaliannya 17ribu”.
Tommy pun menjawab “Sudahlah, simpan saja bikin sekolah anak Anda”. Penjaga langsung memasukkan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.
Setelah beberapa jam Soeharto bersama dengan mobilnya melalui berjalan tol. Soeharto mengeluarkan duwit Rp5000 dan disodorkan kepenjaga tol. Soeharto menanti 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol “Loh, mana duit kembalian saya?”
Penjaga tol sesudah itu menjawab “Ah papa masa uang Rp2000 aja dibalikin. Tadi Bu Tutut dan Pak Tommy melalui kembaliannya Rp47.000 dan Rp17.000 aja diberikan ke saya jaman papa yang Rp2000 saja minta kembalian?”
Soeharto langsung menjawab “Tunggu dulu kamu tau siapa Tutut dan Tommy?” Penjaga tol dengan tangkas menjawab “Ya, saya tahu Pak! Pertanyaan gampang itu, memahami Tutut dan Tommy tuh anaknya presiden”.
Soeharto pun menjawab “Pintar anda menyadari mereka anak presiden. Nah, namun saya kan anak petani! saat ini mana kembalian saya?”. Penjaga Tol pun hanyalah terdiam.
Cerita Humor 4: SBI (Sekolah Bertarif Internasional)
Suatu disaat di sebuah sekolah negeri “Entah Di mana”, seorang bapak guru memberi sadar kepada anak didiknya bahwa sekolah mereka dapat berpindah status terasa sekolah SBI.”
Anak-anak, ada kabar gembira untuk kami seluruh Tidak lama ulang Sekolah kami dapat jadi sekolah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Nah, untuk menyongsong hal ini, aku harap tanya apa yang dapat kalian siapkan? bertanya sang guru.
“Joni, apa yang bakal anda melakukan untuk menyongsong ini?” tanya guru tersebut lebih lanjutnya. bersama sigap si Joni pun menjawab pertanyaan guru: “Belajar bhs Inggris supaya bisa berkata bahasa Inggris Bu”, jawab Joni.
“Bagus sekali. andaikan kamu Jono?” bertanya guru kepada Jono. “Harus siapkan uang Pak” Jawab Jono. “Loh, kok uang?” bertanya guru lebih lanjut.
“Ya Pak. Soalnya seandainya sekolah kami statusnya udah SBI, tentu bayarnya lebih mahal. masa sih bayarnya sama kayak sekolah biasa? udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu” memahami Jono lebih lanjut.
“Jawabanmu kok sinis sekali? Begini lho, andaikan sekolah kami bertaraf internasional, berarti sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. jadi kalian layaknya sekolah di luar negeri”,sang guru melanjutkan penjelasannya.
“Tapi Pak, andaikan menurut aku SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional”, Jono terhitung melanjutkan penjelasannya.
Itulah beberapa umpama cerita humor yang menghibur. selain itu, dikutip berasal dari buku bahasa Indonesia Paket C Tingkatan V terbitan Kemendikbud, selanjutnya cerita humor yang tak kalah lucu lainnya.
Cerita Humor 5: KUHP
Seorang dosen fakultas hukum suatu kampus tetapi berikan kuliah hukum pidana. dikala tiba sesi bertanya jawab Ali tanya pada dosen, ”Apa kepanjangan berasal dari KUHP, Pak?”
Lalu dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya antara Ahmad. “Saudara Ahmad, mencoba coba dijawab pertanyaan saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. bersama tegas Ahmad menjawab, “Kasih uang Habis Perkara, Pak!”
Mahasiswa lain pasti tertawa, tetapi pak dosen sebatas menggeleng-gelengkan kepala, seraya penambahan pertanyaan pada Ahmad, “Saudara Ahmad, berasal dari mana Saudara tahu jawaban itu?”
Dasar Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya bersama dengan tegas, “Peribahasa Inggris menjelaskan Pengalaman adalah guru yang terbaik‟ begitu, Pak!” seluruh mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. lantas mereka tertawa terbahak-bahak.
Gelak tawa mereda. Kelas ulang berjalan normal.
Cerita Humor 6: Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa anda terima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam persoalan ini?”
Saksi menatap nampak jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam masalah ini?” kembali pengacara.
Saksi masih tidak menanggapi. akhirnya hakim berbicara “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.” “Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil bicara kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berkata bersama Anda.”
Cerita Humor 7: Tidak terlampau Dalam
Telah berulang kali Nasrudin datang ke seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selamanya menjelaskan tidak punya kala untuk tanda tangan} perjanjian itu.
Keadaan ini selalu berulang supaya Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. namun kami paham menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memastikan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.
Nasrudin buat persiapan sebuah gentong. Gentong itu diisinya bersama dengan tahi sapi hingga hampir penuh. sesudah itu di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega sebagian sentimeter tebalnya.
Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. saat itu terhitung Pak Hakim segera tidak sibuk dan punya waktu untuk membubuhi sinyal tangan pada perjanjian Nasrudin.
Nasrudin kemudian tanya “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?” Hakim tersenyum lebar. “Ah, kau jangan terlalu didalam memikirkannya.”
Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. “Wah, sedap benar mentega ini!” “Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlampau dalam.” Dan berlalulah Nasrudin.
Kumpulan Cerita Lucu Singkat
Dirangkum dari 100 Kisah Kocak Yang bikin Bijak oleh Xavier Quentin Pranata dan Kumpulan Cerita Lucu, Konyol, Menggelitik: memang terjadi oleh Prito Windiarto, tersebut adalah kumpulan cerita lucu singkat yang menghibur.
Cerita Lucu Singkat 1: Singa Sombong
“Mengapa banyak orang jijik pada kodok? kali saja sebab dia suka menjilat ke atas dan menendang ke bawah untuk melompat lebih tinggi.”-Xavier Quentin Pranataa
eekor singa bersama dengan angkuh dan sombong berjalan-jalan di See sedang Hutan disaat si singa bersua bersama dengan sekumpulan monyet, “Hai, Monyet buruk siapa yang paling hebat di rimba ini?”
Lalu monyet menjawab, “Tentu saja anda Tuan Singa.”
Lalu si singa pergi melanjutkan perjalanannya. Tak lama sesudah itu si singa bertemu dengan segerombolan serigala, “Hai serigala licik, siapa yang paling ditakuti di Hutan ini?”
Serigala pun menjawab, “Tentu saja anda Tuan Singa.”
Dengan sekali lompatan si singa pun masuk kembali ke dalam Hutan sesudah itu si singa bersua dengan seekor gajah yang besar sekali. “Hai, Gajah Hidung buruk siapa yang paling kuat di rimba ini?”
Si gajah tidak mengacuhkan si singa, lantas si singa dengan suara marah tanya lagi “Hai, Gajah Goblok, siapa yang paling kuat?”
Belum selesai si singa bertanya si gajah berlari ke arah si singa dan tanpa ampun si singa diinjak-injak hingga babak belur. sehabis itu si gajah lagi ke tempatnya semula.
Sambil terhuyung-huyung dan babak belur si singa bicara “Kalau tidak paham jawabannya, ya, jangan marah gitu, dong.”
Cerita Lucu Singkat 2: Monyet Pintar
Suatu ketika hadir seorang penjual topi yang berjalan melintasi Hutan Cuaca kala itu sangat panas. la lantas memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon besar.
Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. perihal pertama yang disadarinya adalah semua topi dagangannya telah hilang.
Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di pohon. la mendongak ke atas. Betapa terkejutnya ia memirsa pohon itu penuh bersama dengan monyet. Dan, semua monyet itu kenakan topi.
Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana ia bisa mendapatkan lagi topi-topi dagangannya yang saat ini sedangkan dibuat main-main oleh monyet-monyet itu.
Ia berpikir dan berpikir, dan merasa menggaruk-garuk kepalanya. lantas ia menonton monyet-monyet itu ternyata menirukan tingkah lakunya.
Kemudian, ia membebaskan topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Dan monyet-monyet itu pun lakukan perihal yang sama Aha…! la pun mendapat ide selanjutnya ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu terhitung buang topi-topi di tangan mereka ke tanah.
Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan memperoleh ulang semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.
Lima puluh tahun kemudian cucu si penjual topi itu juga menjadi seorang penjaja topi dan telah mendengar cerita berkenaan monyet-monyet itu berasal dari kakeknya.
Suatu hari, identik layaknya kakeknya, ia melintasi Hutan yang identik udara terlalu panas. la beristirahat di bawah pohon yang sama juga dan letakkan keranjang memuat topi-topi dagangan di sampingnya.
Sekali kembali ketika terbangun ia mengerti apabila monyet-monyet telah mengambil semua topinya. la pun teringat cerita kakeknya. la menjadi menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. la melepaskan topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya.
Nah, sekarang ia menjadi yakin akan rencana kakeknya. lantas ia melempar topinya ke tanah. namun kali ini ia yang terperanjat karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi itu erat-erat.
Kemudian, seekor monyet turun berasal dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu pedagang topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata “Memangnya hanya kamu yang punya kakek…?”
Cerita Lucu Singkat 3: kamu Haram, Sih!
Seekor buaya mengendap-endap didalam air mendekati hewan incarannya. Hewan incaran buaya tidak memahami datangnya bahaya yang mengancamnya. Ia tetap asyik meminum air sungai.
Dengan meloncat, buaya segera menyergap hewan buruannya. Hup! saat itu juga itu, mulut buaya yang lebar mencaplok kepala hewan buruannya!
“Tolong! Tolooong!” jerit hewan buruan seraya meronta-ronta.
Kemudian, si Buaya kelihatan ragu-ragu. selanjutnya ia melepaskan lagi hewan yang udah disergapnya.
“Kamu babi Hutan ya?” bertanya buaya kemudian.
“Iya,” jawab hewan buruan buaya yang ternyata babi rimba
“Kalau begitu,” kata buaya lagi “pergilah!”
Babi rimba terheran-heran mendengar ucapan buaya. “Mengapa kamu lepaskan saya hei, Buaya?”
“Aku ini buaya Muslim, tahu!” jawab buaya. “Kamu haram untuk saya makan!”
Cerita Lucu Singkat 4: Lebih Hebat Mana?
Si Hitam dan si Putih, dua induk ayam, berjumpa di dekat selokan kecil di ujung belakang desa. Induk ayam putih yang kondang sombong itu berbicara kepada induk ayam hitam, “Hei, Hitam! Lihatlah baik-baik diriku ini.”
“Ada apa denganmu, Putih?” tanya si Hitam keheranan.
“Bukankah saya ini induk ayam yang benar-benar cantik?” kata si Putih bersama sombongnya. Dia jadi jalan seraya perlihatkan bulu-bulunya. “Bulu-buluku putih bersih. Indah laksana salju. terlalu indah, bukan?”
“Ya. Warna bulumu benar-benar putih bersih dan indah laksana salju. kamu benar-benar cantik,” kata si Hitam. “Lalu, apa maksudmu?”
“Aku sekadar mengingatkan betapa bedanya antara aku dan kamu Lihatlah dirimu sendiri! Warna bulu-bulumu hitam, kusam, dan tampak kotor!”
Si Hitam menjadi tidak suka mendengar ucapan si Putih. Katanya sesudah itu “Meskipun bulu-buluku hitam, kusam, dan terlihat kotor, saya mempunyai kelebihan yang tidak anda mempunyai Putih.”
“Oh, ya? Apa kelebihanmu?”
“Warna telurku putih bersih,” kata si Hitam. “Kalau kamu mulai lebih hebat dibandingkan saya cobalah keluarkan telur berwarna hitam!”
Cerita Lucu Singkat 5: Bukan untuk Aku
Mamat berlibur ke rumah neneknya di desa. kehadiran Mamat disambut dengan sukacita oleh neneknya. agar cucunya betah, nenek Mamat memperlakukan Mamat dengan istimewa.
Untuk makan Mamat, neneknya sedia kan makanan yang enak-enak. sebelum saat Mamat tidur, neneknya mendongeng. setelah Mamat tidur, neneknya tetap terjaga di dekat Mamat untuk mempertahankan Mamat dari gigitan nyamuk. Pokoknya, nenek Mamat memperlakukan Mamat bersama dengan istimewa.
Suatu pagi, nenek Mamat menyediakan sarapan. Menunya nasi goreng, dua potong ayam kampung goreng, pisang, dan segelas air putih. Nenek Mamat terhitung menunggui cucu kesayangannya itu dikala sarapan.
“Bagaimana, Mat, masakan Nenek enak?”
“Wuiiih, enak sekali, Nek,” puji Mamat yang membuat neneknya bahagia “Nasi goreng bikinan Nenek enak banget. Ayam gorengnya sedap banget. Pokoknya, seluruh nya enak banget.”
“Kalau anda di tempat tinggal bagaimana dengan sarapanmu?”
“Kadang istimewa dan kadang terhitung biasa-biasa saja, Nek,” jawab Mamat jujur.
“Tergantung keuangan ibu, kan, Nek?” Nenek Mamat tersenyum dan mengelus-elus rambut Mamat. “Tetapi, apabila Mamat sedang sarapan di tempat tinggal ibu tetap membuat satu gelas susu, dua lembar roti bakar, dan dua butir telur 1/2 matang,” jawab Mamat. “Telurnya ayam kampung, Nek.”
Nenek Mamat menganggukkan kepala. Keesokan harinya, Mamat terheran-heran dengan menu sarapan yang disediakan neneknya. Di meja makan sudah ada dua lembar roti bakar, dua butir telur ayam kampung 1/2 matang dan satu gelas susu.
“Kenapa, Mat?” nenek Mamat terperanjat karena dilihatnya Mamat kurang puas dengan sarapan yang telah dia sediakan “Bukankah sarapan seperti ini yang biasa anda makan di rumah?”
“Nek,” kata Mamat, “yang biasa sarapan dengan dua lembar roti bakar, dua butir telur ayam kampung 1/2 matang dan satu gelas susu itu ibu! Bukan Mamat, Nek!”
Cerita Lucu Singkat 6: Bensin Irit
Masih cerita mengenai Pak Fulan lagi Pak Fulan mendengar cerita Mas Danang, tetangganya, yang mendapatkan cara untuk menghemat penggunaan bensin antara kendaraan bermotor.
Menurut cerita yang didengarnya, penghematan itu memang mengagumkan Seliter bensin dapat digunakan sepanjang sebulan penuh untuk menjalankan sepeda motor!
“Masya Allah!” kata Pak Fulan kepada istrinya sesudah dia mendengar cerita penghematan bensin itu. “Bayangkan, Bu. Satu liter dapat digunakan untuk sepeda motor sepanjang sebulan penuh!”
“Satu liter untuk sebulan?” Bu Fulan tersentak. “Wah, itu, sih, memang luar biasa irit Pak!”
“Benar, Bu,” ujar Pak Fulan bersama mata berbinar-binar. “Kalau kita dapat menghemat bensin, kami bakal jadi kaya, Bu!”
“Benar, Pak!”
Pak Fulan pun bergegas mengunjungi Mas Danang.
“Benar, kamu mendapatkan cara penghematan untuk penggunaan bensin sepeda motor, Nang?” bertanya Pak Fulan kepada Mas Danang.
“Ya, Pak,” Mas Danang menganggukkan kepala.
“Lalu, bagaimana caranya?”
Mas Danang tersenyum. “Caranya, mencampur bensin itu bersama dengan ….”
“Apa campurannya, Nang?” Pak Fulan tak sabar ingin mengenali rahasia penghematan tersebut.
“Dengan campuran dorong, Pak!” jawab Mas Danang. “Perbandingannya, satu berbanding sepuluh. jika memanfaatkan bensin untuk satu kilometer, sepuluh kilometer selanjutnya sepeda motor itu mesti didorong, Pak!”
Cerita Lucu Singkat 7: Anak Cerdik
Seorang papa di Aceh berasal dari Kabupaten Pidie menulis surat kepada anaknya yang ada di penjara Nusa Kambangan sebab dituduh terlibat gerakan separatis.
Bunyi suratnya, “Hasan, bapakmu ini telah tua, saat ini sedang musim tanam jagung, dan anda ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?”
Beberapa minggu sesudah itu anaknya membalas surat itu, begini isinya, “Pak, jangan cangkul kebun itu, saya tanam senjata di sana,” kata si anak di dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor pihak tempat tinggal tahanan, maka keesokan harinya setelah si ayah terima surat, datang satu peleton tentara berasal dari Kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun selanjutnya sesudah mereka pergi, ulang si bapak tulis surat ke anaknya.
“Hasan, setelah papa terima suratmu, hadir satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kami tetapi tanpa hasil. Apa yang mesti ayah kerjakan sekarang?”
Si anak lagi membalas surat selanjutnya “Sekarang papa mulai tanam jagung, aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin menerima kasih identik mereka.”