Kontroversi Film The Passion Of The Christ – Play Stop Rewatch, Jakarta – Film drama historis yang menggambarkan 12 jam sebelum saat Yesus Kristus mati di kayu salib. selama 12 jam inilah kita diperlihatkan penyiksaan Yesus berasal dari dicambuk hingga disalib dan meninggal di sana.
Kontroversi Film The Passion Of The Christ
Seperti yang dilukiskan pada judulnya, kata passion ini tidak mengacu kepada kemauan atau hasrat emosi yang kuat, tapi lebih kepada makna lainnya, yakni untuk menderita, yang mana berakar dari kata latin pati dan mengisyaratkan penderitaan.
Film garapan Mel Gibson ini berhasil melukiskan penderitaan Yesus Kristus hingga film ini jadi semacam film kudu orang Kristen sampai hari ini.
Namun, di balik banyaknya apresiasi dari orang Kristen, ternyata film Passion of the Christ termasuk menimbulkan kontroversi dari berbagai macam pihak bersama alasannya masing-masing.
Passion of the Christ dikira terlalu brutal dan sadis untuk melukiskan penderitaan Yesus. Kritikus Roger Ebert sampai menyebutnya sebagai film tersadis yang pernah ia lihat.
Bagi komunitas Yahudi, film ini terkesan seperti anti-semitism. karena orang Yahudi di sana diperlihatkan sebagai sesosok orang yang memanglah jahat. Mereka terkesan terlampau nikmati penderitaan yang Yesus alami.
Menariknya, Mel Gibson selaku sutradara film ini terhitung dikenal sebagai figur yang rasis. sehingga ia susah didalam mempromosikan film ini.
Maka berasal dari itu, Mel Gibson memakai gereja sebagai media promosinya. Ia menyebarkan materi promosinya berasal dari satu gereja ke gereja lain, termasuk bagaimana cara menyelipkan ad-lib dalam khotbah. walaupun banyak dikritik oleh pihak gereja, sedangkan hal ini terbukti menarik perhatian para penonton.
Kontroversi paling baru tim marketing Passion of the Christ mengklaim bahwa film tersebut udah akurat dan diakui oleh Paus. dengan sigap Vatikan pun membantah bahwa Paus telah memperlihatkan pengakuan tersebut.
Banyak pihak menduga tim marketing Passion of the Christ semata-mata memfabrikasi pengakuan tersebut untuk menambah hype berasal dari film ini.
Terlepas kontroversi yang ada film ini masih layak untuk ditonton pada ketika masa-masa paskah. Mengingatkan kita ulang kepada penderitaan Yesus sebelum mati di kayu salib.