Kesurupan Menurut Islam Berdasarkan Pandangan Para Ulama

Kesurupan Menurut Islam Berdasarkan Pandangan Para Ulama – Kesurupan merupakan fenomena yang belum diketahui tentu apa penyebabnya. Meski kesurupan hampir selamanya disangkutpautkan bersama hal-hal mistis, sampai dikala ini belum ada yang membuktikannya secara ilmiah.

Kesurupan Menurut Islam Berdasarkan Pandangan Para Ulama

Oleh gara-gara itu, pandangan umat Muslim pada kesurupan pun berbeda-beda. datang yang yakin bahwa kesurupan persis saja dengan kerasukan makhluk halus, ada pula yang skeptis dan menganggapnya sebagai sensasi semata.

Sebenarnya, bagaimana Islam melihat kesurupan? Apa pendapat para ulama berkaitan fenomena berikut saksikan ulasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Alquran dan sunnah mengharuskan umat Muslim percaya kepada makhluk gaib, termasuk jin. Islam meyakini bahwa manusia yang kesurupan berarti ia dirasuki oleh jin. hal ini ditegaskan Allah lewat firman-Nya sebagai berikut:

“Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan layaknya berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila…” (QS. Al-Baqarah: 275)

Dari sisi As-Sunnah, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa:

“Seorang wanita hadir mempunyai anaknya kepada Rasulullah SAW seraya berkata ‘Sesungguhnya putraku menderita gangguan (gila) yang menimpanya tiap tiap kami makan siang atau malam.’ sehabis itu, Rasulullah mengusap dadanya dan berdoa untuk kesembuhannya lantas dia muntah dan keluarlah sesuatu seperti anjing hitam. akhirnya sembuhlah dia.” (HR. ad-Daruquthni dan al-Baihaqi)

Namun, M. Quraish Shihab didalam buku M. Quraish Shihab Menjawab mengatakan ayat dan hadits di atas diperdebatkan maknanya oleh para ulama. ada yang menilainya secara tekstual dan datang pula yang memandangnya rasional sebagai ilustrasi untuk mempermudah pemahaman, bukan di dalam arti sebenarnya.

Salah satu tokoh yang memahaminya secara rasional adalah Az-Zamakhsyari. Ia mengomentari soal makna Surat Al-Baqarah ayat 275.

“Ini berdasarkan kepercayaan orang-orang musyrik Arab, maka penyebutan di sini adalah berdasarkan perihal berikut bukan di dalam arti yang sebenarnya.”

Lebih lanjut, kaum yang sepemahaman dengannya percaya bahwa yang dimaksud bersama kesurupan adalah adanya masalah kejiwaan atau sesuatu yang menjadikan otak seseorang tidak berguna bersama dengan baik.

Di sisi lain, penganut tahu tekstual kenyataannya termasuk menyetujui pendapat berikut tetapi menurut mereka jin termasuk dapat merasa penyebab kesurupan menurut Islam.

Misalnya, jin yang suka kepada seseorang, ingin mengawininya, membencinya, atau dapat saja hanyalah sekadar iseng. hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah.

Pendapat tersebut berangkat dari fakta bahwa seseorang yang kesurupan seringkali melakukan hal-hal tidak biasa, baik didalam perbuatan maupun ucapan. bahkan tak sedikit orang kesurupan yang bisa berbahasa asing atau menyontoh suara orang yang tidak dulu ditemui.

Berdasarkan penjelasan di atas, bakal diartikan bahwa kesurupan menurut Islam masih diperselisihkan oleh para ulama. semua nya terkait dari keyakinan dan kepercayaan tiap-tiap umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *