Franz Magnis Tak kemungkinan berkata Soal Palestina Merdeka Tanpa Eksistensi Israel – Kemerdekaan Palestina tidak terlepas dari pembicaraan soal eksistensi Israel, selaku negara yang udah menempati lokasi itu sejak puluhan th. lantas dan menampik mengakui kemerdekaan Palestina itu sendiri.
Franz Magnis Tak kemungkinan berkata Soal Palestina Merdeka Tanpa Eksistensi Israel
Hal ini disampaikan oleh sejarawan, filsuf, dan Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi ilmu Filsafat (STF) Driyarkara, Franz Magnis Suseno.
Pria yang disapa bersama dengan Romo Magnis itu menghadiri acara Penutupan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) yang digelar di kampus Al-Azhar, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/11).
Menurut Romo Magnis, jikalau mengulas kemerdekaan Palestina maka vital untuk menyikapinya secara realistis, yakni dengan tidak menampik eksistensi Israel sebagai negara yang telah dianggap oleh PBB pada 1949 secara internasional.
“Meskipun Israel capai kenegaraan lewat perjuangan bersenjata, dapat tetapi bersama pernyataan Israel oleh PBB pada tanggal 11 Mei 1949 negara Israel adalah negara yang diakui secara internasional,” paham Romo Magnis.
Pria kelahiran Jerman itu menyebutkan banyak negara-negara yang batas negaranya diperoleh berasal dari zaman kolonial, lahir berasal dari konflik bersenjata.
Sementara secara historis, negara Israel dikala ini adalah tempat pelarian mereka yang menjadi korban anti-semitisme dan pembunuhan sistematik oleh Jerman di bawah Hitler pada ERA Perang Dunia yang kami kenal sebagai Holocaust.
Kendati demikian Israel yang dianggap secara internasional adalah yang batas-batas negaranya ditentukan antara 1949 saja.
Di jaman sekarang pelanggaran perbatasan negara dan penempatan permukiman masyarakat Israel di dua lokasi punya Palestina — Gaza dan pinggir Barat sejak permulaan 19870-an, mulai isu yang memperkeruh konflik ke-2 pihak.
“Dua area Palestina itu diduduki oleh Israel di dalam perang enam hari th. 1967 dan sejak itu udah 55 th. sampai saat ini merupakan lokasi yang diduduki Israel,” tutur Romo Magnis.
Ia menambahkan yang disebut sebagai problem Palestina adalah kenyataan bahwa Israel sampai sekarang enggan memenuhi hak Palestina atas kemerdekaannya.
“Segala upaya rakyat Palestina di pinggir Barat maupun di Gaza untuk terasa merdeka ditindas bersama dengan kekerasan oleh Israel di mana jumlah orang Palestina yang mati lumayan besar,” kata Romo Magnis.
Ia menyayangkan sikap pemerintah Israel yang justru secara berkesinambungan mendukung permukiman warga negaranya secara ilegal di pinggir Barat.
“Sekarang sudah lebih dari setengah juta orang Israel hidup di wilayah Palestina didalam permukiman-permukiman itu, di mana tempatnya kerap bersama dengan paksa di ambil alih dari pemilik yang sah — ya orang-orang Palestina,” tuturnya.
Romo Magnis pun meyakinkan pandangannya bahwa bangsa Palestina berhak atas kemerdekaan dan kenegaraannya sendiri, bebas dari pendudukan Israel — terutama di wilayah pinggir Barat dan jalur Gaza.