Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah dan Jenisnya Cocok Sunnah

Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah dan Jenisnya Cocok Sunnah – Bacaan doa iftitah Muhammadiyah merupakan keliru satu doa iftitah yang dibaca ketika lakukan ibadah sholat. Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al Fatihah.

Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah dan Jenisnya Cocok Sunnah

Dalam buku berjudul apabila Benar seluruh Bid’ah itu Sesat oleh Galih Maulana dijelaskan mengenai doa iftitah antara NU dan Muhammadiyah. Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah punya kebiasaan membaca “Allahumma Ba’id Baini” sebagai bacaan doa iftitah, sedang NU miliki kebiasaan membaca “Allahu Akbar kabiiro.”

Agar lebih memahaminya, simaklah penjelasan berkaitan bacaan doa iftitah Muhammadiyah didalam artikel tersebut ini.

Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah

“Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allaahummaghsil khataayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad.”

Arti dari bacaan doa iftitah di atas yaitu “Ya Allah jauhkanlah aku bersama kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat, Ya Allah bersihkanlah kesalahan-kesalahan sebagaimana pakaian putih bersih dari kotoran, Ya Allah bersihkanlah kesalahanku dengan air, salju, dan air es.” (HR. Bukhari no 774)

Jenis Doa Iftitah Lain sesuai Sunah

Selain bacaan doa iftitah di atas, Nabi Muhammad SAW termasuk mencontohkan bacaan doa iftitah lainnya. dalam hal ini kami dapat menentukan bacaan yang bisa dihafalkan atau bisa bergantian dikala melafalkannya dalam sholat.

Bersumber berasal dari buku berjudul saran Sholat Rasulullah 1 oleh Imam Abu Wafa (2020:83) penerbit Guepedia, inilah bacaan doa iftitah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW:

1. Allhaahu akbaru kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa.

Artinya yaitu “Allah Maha Besar, segala pujian yang banyak milik Allah dan Allah Maha suci pada pagi hari dan sorenya.” (HR. Muslim no 601)

2. Allahumma Rabba Jibriilaa Wa Miikaaiila, Wa Israafiila Faa Thirassama Waati Wal Ardhi, ‘Aalimalghoibi Wasyahaadati Anta Tahkumu Baina ‘Ibaadika Fiimaa Kaanuu Fiihi Yakhtalifuuna. Ihdinii Limaakh Tulifa Fiihi Minal Haqqi Bi Idznika Innaka Tahdii Mantasyaa‘u Ilashiraathimmustaqiim.

Artinya yaitu “Ya Allah Tuhan Jibril, Tuhan Mikail, Tuhan Israfil yang menguasai langit dan bumi. Dzat yang mengenali perihal gaib dan yang tampak Engkaulah yang memutuskan perselisihan di antara hamba-Mu, berilah saya rekomendasi dari segala perbedaan pada kebenaran atas izin-Mu, sebetulnya Engkaulah yang berikan petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju berjalan yang lurus.”

Di Indonesia terdapat 2 ormas Islam besar, yaitu NU dan Muhammadiyah. di dalam membaca doa iftitah terdapat perbedaan di antara keduanya. sedang meski begitu, antara hakikatnya doa iftitah Muhammadiyah maupun NU adalah persis yaitu sama-sama berasal berasal dari Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Membaca Doa Iftitah

Membaca doa iftitah merupakan tidak benar satu sunnah didalam sholat. Umat Muslim yang menjalankannya dapat memperoleh balasan pahala berasal dari Allah SWT.

Selain itu, datang terhitung keutamaan membaca doa iftitah lainnya yang dijelaskan dalam riwayat-riwayat shahih. keliru satunya, yaitu dapat buka pintu-pintu langit.

Dijelaskan didalam buku Fiqih Bersuci dan Sholat sesuai Tuntunan Nabi karya Abu Utsman Kharisman, para kawan baik di zaman Rasulullah SAW jadi biasa membaca doa iftitah dengan suara yang lantang ketika sholat. lantas Rasulullah SAW bersabda:

“Aku takjub bersama dengan kalimat yang dibacanya, dikarenakan bersama kata-kata itu dibukalah pintu-pintu langit.” sesudah itu kawan dekat Ibnu Umar yang meriwayatkan hadits ini menjelaskan “Aku lantas tidak pernah meninggalkan membaca doa iftitah tersebut sejak aku mendengar Rasulullah mengucapkan (ketakjuban) perihal itu.” (HR. Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *