arti Innaddina Indallahil Islam , Penggalan Surat Ali Imran Ayat 19 – Islam diakui Allah SWT sebagai agama yang suci dan satu-satunya agama yang benar. Allah turunkan agama Islam untuk diikuti dan diimani umat-Nya. Agama inilah yang dapat menyelamatkan hamba-hamba-Nya di akhirat kelak.
arti Innaddina Indallahil Islam , Penggalan Surat Ali Imran Ayat 19
Seorang Muslim perlu meyakini perihal selanjutnya Mereka yang tidak memercayainya dan pilih memeluk agama lain disebut kafir. perihal ini tegaskan ditegaskan Allah melalui firman-Nya di dalam penggalan surat Ali Imran ayat 19 yang berbunyi “innaddina indallahil Islam”.
Secara garis besar, ayat berikut menjelaskan berkenaan kebenaran Islam dan inti ajarannya, yaitu tauhid. agar lebih memahaminya, selanjutnya istilah innaddina indallahil islam beserta mengisi kandungannya yang akan direnungkan.
Innaddina Indallahil Islam
Seperti yang disebutkan, innaddina indallahil Islam merupakan penegasan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, murni, samawi, dan diakui keberadaannya oleh Allah SWT.
Mengutip buku Sekelumit persentase mengisi Al-Qur’an yang disusun oleh Drs. Ahmad Hamid, agama Kristen dan Nasrani sebenarnya terhitung hadir berasal dari Allah, persis layaknya Islam.
Namun, Allah tidak ulang mengakui keberadaanya gara-gara agama selanjutnya telah mengubah tingkatkan atau mengecilkan ayat-ayat untuk menyesuaikannya bersama dengan situasi selera, dan kemauan mereka agar tidak murni lagi.
Dalam mengubah-ubah isinya, kerap berlangsung perselisihan di antara pemeluk agama selanjutnya kemudian Allah menyempurnakan agama itu terasa agama Islam. Allah berfirman:
اِنَّ الدِّيۡنَ عِنۡدَ اللّٰهِ الۡاِسۡلَامُ ۗ وَمَا اخۡتَلَفَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ الۡعِلۡمُ بَغۡيًا ۢ بَيۡنَهُمۡؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيۡعُ الۡحِسَابِ
Innaddina ‘indallaahil Islam; wa makhtalafal laziina uutul Kitaaba illaa mim ba’di maa jaaa’ahumul ‘ilmu baghyam bainahum; wa mai yakfur bi Aayaatil laahi fa innal laaha sarii’ul hisaab.
Artinya: “Sesungguhnya agama di segi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang udah diberi Kitab kalau setelah mereka memperoleh ilmu karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah terlalu cepat perhitungan-Nya.”
Menurut tafsir Kemenag, ayat berikut memberikan bahwa semua agama dan syariat yang dibawa nabi-nabi terdahulu intinya adalah Islam, yaitu berserah diri kepada Allah Yang Maha Esa, menghargai tinggi perintah-perintah-Nya, dan berendah diri kepada-Nya.
Kemudian, Allah menggambarkan perselisihan para ahli Kitab tentang agama yang sesungguhnya sebetulnya mereka tidak terlihat berasal dari agama Islam. tetapi tingkah laku pemimpin-pemimpin mereka melampaui batas sampai menciptakan perpecahan dan peperangan.
Di akhir ayat selanjutnya Allah memberi peringatan kepada orang-orang yang kafir bersama tunjukkan ganjaran hukuman yang bakal ditimpakan kepada mereka. hal ini diterangkan lebih lanjut di dalam ayat ke-91 surat Ali Imran yang berbunyi:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir lalu mati dalam situasi kafir itu, maka tidak bakal di terima dari salah seorang (golongan) tebusan, biarpun emas seisi bumi. Bagi mereka azab yang berat, dan tidak hadir orang yang bakal membantu mereka.”