Apakah Jam 17.30 tetap dapat Sholat Ashar ? Ini Pandangan Hadits

Apakah Jam 17.30 tetap dapat Sholat Ashar ? Ini Pandangan Hadits – Ashar merupakan sholat yang ditunaikan dikala panjang bayangan suatu benda sama bersama dengan tingginya yang merupakan batas akhir sholat Dzuhur. Sholat Ashar kudu dilakukan sebelum matahari tenggelam.

Apakah Jam 17.30 tetap dapat Sholat Ashar ? Ini Pandangan Hadits

Sebagaimana tercantum di dalam hadits yang dikutip buku petunjuk Praktis dan Lengkap Menuju Kesempurnaan Salat (2016) berikut:

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, “Dan waktu Ashar masih tetap datang sepanjang matahari belum menguning.” (HR. Muslim)

Artinya, menguning atau nyaris terbenamnya matahari merupakan batas akhir sholat Ashar yang diperbolehkan. gara-gara umat Muslim dilarang melaksanakan sholat disaat matahari nyaris terbenam.

Jadi, sholat Ashar tetap dapat ditunaikan pada jam 17.30, sepanjang matahari belum hampir terbenam. sedang andaikan antara jam 17.30 matahari sudah hampir terbenam, sholat Ashar tidak bisa dikerjakan atau umat Muslim harus mengqadhanya.

Ketentuan qadha ditetapkan berdasarkan hadits yang dikutip buku Keajaiban Shalat 5 sementara berbarengan Nabi Saw. karya Yanuar Arifin berikut.

Jabir bin Abdullah Ra. menjelaskan “Umar bin Khathab antara Perang Khandaq mencaci orang-orang kafir Quraisy. Ia berkata ‘Ya Rasulullah! Demi Allah, aku nyaris tidak melaksanakan shalat Ashar hingga matahari terbenam.’ Maka, Rasulullah SAW menjawab, ‘Demi Allah, aku termasuk belum kerjakan shalat Ashar.’ lalu kami turun ke Buthhan. kemudian Rasulullah SAW berwudhu dan kita pun berwudhu. lalu Rasulullah SAW melaksanakan shalat Ashar setelah matahari terbenam. sehabis itu, beliau Mengerjakan shalat Maghrib.” (HR. Muslim)

Hukum qadha hanya sah untuk umat Muslim yang miliki uzur atau hambatan Seorang Muslim yang bersama dengan sengaja meninggalkan shalat tanpa terdapatnya uzur, maka ia berdosa.

Namun, saat terbenamnya matahari dapat di check di laman resmi BMKG, gara-gara setiap lokasi di Indonesia berbeda-beda. bersama dengan begitu, umat Islam bisa mengetahui batas selagi pelaksanaan sholat lima waktu.

Dalil berkaitan Batas waktu Sholat Ashar

Ketentuan perihal batas selagi sholat Ashar banyak disebutkan di dalam hadits. tersebut kumpulan dalil tentang batas pas sholat Ashar yang dikutip berasal dari buku Keajaiban Shalat 5 kala bersama-sama Nabi Saw. karya Yanuar Arifin.

1. Akhir sementara sholat Ashar adalah warna kuning antara matahari

Akhir kala sholat Ashar ditandai dengan matahari yang telah berwarna kuning. Rasulullah SAW bersabda:
“Awal selagi Ashar adalah dikala waktunya telah tiba, sedangkan akhir kala Ashar adalah dikala matahari udah berwarna kuning.” (HR. Tirmidzi)

2. Menunaikan sholat Ashar ketika matahari tetap tinggi

Rasulullah SAW memperlihatkan misal untuk menunaikan sholat Ashar saat matahari masih tinggi dan panas. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. ia mengatakan:
“Rasulullah SAW Mengerjakan shalat Ashar ketika matahari tetap tinggi dan panas. lantas seseorang pergi ke tanah yang tinggi, maka sesampai di sana tetap tinggi.” (HR. Muslim)

3. Dilarang lakukan sholat Ashar saat matahari hampir terbenam

Terdapat 3 sementara terlarang bagi umat Muslim untuk Mengerjakan sholat, salah satunya adalah disaat matahari nyaris dan hingga terbenam. Ulaiy bin Rabah mengatakan:
“Saya pernah mendengar Uqbah bin Amir al-Juhani bicara ‘Ada tiga kala yang Rasulullah SAW melarang kita kerjakan shalat dan mengubur jenazah. yaitu dikala matahari terbit hingga agak tinggi, disaat matahari tepat diatas hingga agak condong ke barat, dan ketika matahari hampir terbenam dan hingga terbenam.” (HR. Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *