5 Khotbah Kristen berbagai Tema yang dapat Direnungkan untuk Menguatkan Iman

5 Khotbah Kristen berbagai Tema yang dapat Direnungkan untuk Menguatkan Iman – Khotbah Kristen adalah tidak benar satu fasilitas untuk menginformasikan firman Tuhan kepada jemaat gereja. Ini merupakan service sangat sangat penting di didalam kehidupan bergereja bagi umat Kristen.

5 Khotbah Kristen berbagai Tema yang dapat Direnungkan untuk Menguatkan Iman

Mengutip jurnal fungsi Khotbah didalam perkembangan Iman Jemaat di Gksbs Rejosari tulisan Benget Parningotan dan Siskawaty, khotbah Kristen adalah service rohani yang ditunaikan untuk punyai dampak positif di didalam pertumbuhan kerohanian jemaat.

Iman jemaat diteguhkan melalui pemberitaan firman Tuhan dalam setiap ibadah. Baik itu ibadah Minggu, persekutuan tempat tinggal tangga, maupun ibadah lainnya.

Selain itu, khotbah Kristen juga mengajak jemaat untuk mengabarkan Injil sesudah mereka mengalami pertobatan dan hidup di di dalam ajaran Tuhan. maka dari itu khotbah cuman boleh bersumber berasal berasal dari kebenaran Allah yang dinyatakan di di dalam Alkitab.

Lukman Tambunan dalam buku Khotbah dan Retorika mengatakan khotbah yang baik dan benar adalah interpretasi terhadap Alkitab sebagai firman Allah, penafsiran dan penjelasan atas firman Tuhan, dan termasuk pengaplikasiannya bagi jemaat di masa kini.

Melalui khotbah Kristen, para jemaat bakal mempelajari dan mendalami istilah tiap tiap isi firman Tuhan. bersama bersama begitu, mereka dapat menerapkan ajarannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan khotbah sendiri bersender pada tema yang diangkat. Untuk lebih mendalaminya, berikut misal khotbah Kristen berbagai tema yang dikutip berasal dari jurnal Kumpulan Khotbah Setahun sebagai upaya Pembinaan Jemaat oleh Hengki Wijaya.

Khotbah Kristen

Khotbah I

Tema: Visi Seorang Hamba Tuhan

Konon, “Orang Kristen yang paling rugi adalah orang Kristen yang hidup dan melayani tanpa visi. tetapi yang lebih rugi kembali ialah seorang pemimpin Kristen yang melayani tanpa meresmikan visi ilahi yang jelas.” Visi merupakan perihal yang terlalu terlampau penting Seorang pemimpin Kristen yang melayani tanpa visi yang menyadari akan menghabiskan saat dan energi tanpa hasil yang maksimal.

Visi adalah kebolehan untuk menyaksikan kehendak suci yang ditulis oleh Sang Pencipta di didalam batin (guna menjawab kebutuhan) yang bersangkutan erat bersama-sama pemenuhan hidup seseorang atau setiap individu bagi diri maupun organisasi yang dipimpinnya (Amsal 29:18a).2 Secara singkat, pentingnya visi bakal disebutkan sebagai tersebut

Pertama, betapa berbahayanya seandainya manusia tidak membuka pengertian hal firman Tuhan dan tidak hadir para pelayan Tuhan yang menjelaskan kepada mereka. ke-2 manusia merasa jahat bukan cuman menentang Allah, namun terhitung pemimpin mereka.

Ketiga, manusia jadi bodoh dan suka bermain-main seperti anak-anak kalau tidak hadir guru disamping mereka. Keempat, mereka dapat tercerai berai, seperti domba yang tak bergembala. Mereka memerlukan pemimpin yang memanggil, menghimpun dan menjaga mereka (Mrk. 6:34). Kelima, mereka bakal dihukum dan binasa. Mereka bakal hancur dikarenakan tak ada ilmu (Hos. 4:6).3

Bila kita pingin memiliki visi Tuhan berarti Pertama, kami membuka interaksi privat berbarengan dengan Allah. kalau Abraham yang memiliki jalinan yang baik berbarengan Allah. perihal itu terbukti bersama ketaatannya dalam mendengarkan nada Allah tanpa berargumentasi (Kej. 12:1-9).

Kedua, kesiapan untuk menaati perintah Allah. Orang-orang yang mendapat visi ilahi adalah mereka yang sudi taat antara perintah Allah dan yang setia mendengar suara-Nya. Ketiga, mengasihi Allah dan jiwa terhilang. Tokoh Abraham, Nehemia, Paulus, dan tokoh lainnya adalah orang-orang yang mengasihi Allah.

Khotbah II

Tema: Hikmat yang Benar

Ungkapan “hikmat” di di dalam bhs Yunani adalah sophia yang diterjemahkan di di dalam bhs Inggris yakni “wisdom”. dengan demikianlah ungkapan “hikmat” yang bertujuan adalah berupa spiritual atau rohani.

Hikmat yang dibicarakan Paulus didalam 1 Korintus 2:6-16 adalah hikmat Allah tentang berita salib. Paulus bertopang tiap tiap orang Kristen membuka pemahaman kenyataannya perihal hikmat yang benar supaya iman Kristen tidak didasarkan antara hikmat manusia, sedangkan pada hikmat Allah.

Sebab hari-hari ini manusia cenderung untuk mengandalkan pengetahuan pengalaman dan logika berpikirnya dibandingkan mengandalkan Tuhan.

Hikmat yang benar adalah ilmu intelektual yang berasal dari Allah yang tidak terbatas. seandainya demikianlah hikmat dunia adalah hikmat yang berasal dari penguasa-penguasa dunia bersama bersama segala kesimpulan manusia (ayat 6-7) yang disebut terhitung hikmat yang tidak benar (palsu) yang berbentuk sementara sedang hikmat yang benar berwujud kekal.

Melalui kebenaran firman Tuhan di dalam 1 Korintus 2:6-16, ada tiga sumber hikmat yang benar yakni :

I. Allah Bapa (Ayat 6-9)

Perhatikan teks, “Tetapi yang kita beritakan adalah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia” (ayat 7). Kata sembunyi di dalam bhs Yunani apokrupto merujuk antara hal-hal yang tersembunyi sesudah itu dapat dinyatakan (bdg. Matius 11:27;16:17).

II. Roh Kudus (ayat 10-13)

Roh Kudus adalah Roh Hikmat (bdg. Yesaya 11:2a) dan Roh Kebenaran (Yohanes 16:13). dikarenakan Roh Kudus adalah Allah, maka Dia bisa menyelidiki segala suatu perihal Roh Kudus berkelanjutan menyelidiki didalam diri Allah (ayat 10-11).

III. asumsi Kristus (ayat 14-16)

Mengapa kita perlu resmikan anggapan Kristus daripada anggapan duniawi untuk beroleh hikmat yang benar? memiliki asumsi Kristus menandakan pikiran Yesus Kristus. melaksanakan tindakan dan berprilaku layaknya yang ada di di dalam Firman Tuhan.

Khotbah III

Tema: Doa “Pertempuran di media Tersembunyi”

Yesus tidak bicara “Mimpikanlah berkenaan Bapamu yang hadir di tempat tersembunyi,” sedang Dia berbicara “…berdoalah kepada Bapamu yang hadir di media tersembunyi.”

Doa adalah upaya dari tekad sesudah kami memasuki media kami yang tersembunyi dan menutup pintu, perihal yang tersulit untuk dijalankan adalah berdoa.

Kita agaknya tidak bakal mengendalikan anggapan kami untuk bermanfaat secara teratur dan perihal pertama yang perlu kita perangi ialah anggapan yang melantur. Pertempuran besar di didalam doa terutama ialah pertama, mengatasi masalah pemikiran yang sia-sia dan melantur ini.

Kita memerlukan belajar mendisiplin asumsi kami dan memusatkannya di dalam doa yang tenang dan tegas. Oleh gara-gara itu, tiap-tiap orang yang harap berdoa buat persiapan hatinya dan memprioritaskan disaat untuk berdoa kepada Allah.

Kedua, untuk itu carilah ruangan teristimewa (masuklah ke di dalam kamarmu-tempat pribadi) untuk berdoa yang tidak seorang pun akan mengganggu anda berdoa, tutuplah pintunya dan berbicaralah kepada Bapa secara tersembunyi.

Jangan punyai semangat lain, tidak sekedar keinginan untuk mengenal Bapa surgawi kamu Yesus bicara “tutuplah pintu” kamu miliki ketenangan yang tersembunyi di hadapan Allah menandakan berbarengan dengan sengaja menutup pintu emosi kami dan mengingat Dia.

Allah berada di dalam “tempat tersembunyi” dan Dia menyaksikan kita dari “tempat tersembunyi”. Yesus berkata “Lagipula di dalam doamu itu janganlah anda bertele-tele seperti adat orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa dikarenakan banyaknya kalimat doanya dapat dikabulkan” (Matius 6:7).

Dan Allah mendengar doa kita bukan gara-gara kami berdoa yang luar biasa. Dia mendengar kita hanya atas basic penebusan. Allah tidak pernah terkesan oleh kesungguhan kita

Ketiga, Yesus mengajarkan bahwa doa ialah memasuki persekutuan dan kesatuan yang prima berbarengan Allah. Segala sesuatu yang kami doakan kepada Bapa, kita yakin Bapa bakal membalasnya (Matius 6:6b).

Yesus bicara “Karena itu aku berkata kepadamu: apa saja yang anda minta dan doakan, percayalah bahwa anda sudah menerimanya, maka hal itu dapat diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)

Khotbah 4

Tema: kegunaan cemas akan Tuhan

Alkitab memakai sebagian kata untuk mengartikan was-was atau kegelisahan Yang paling lazim ialah Ibrani “yir’a” dan “pakhad” Yunani “fobos”. “Secara teologis dapat dikemukakan empat yang utama; kegalauan yang kudus, was-was diperbudak, takut kepada manusia, dan yang disegani”.

Takut akan TUHAN menandakan jadi gentar (ngeri) atau segan antara yang Mahatinggi, Mahamulia, Mahakudus, dan Mahakuasa. “takut akan TUHAN merupakan kecemasan yang kudus, dimana sikap ini adalah resiko berasal berasal dari pengenalan orang yakin bakal Allah yang hidup”.

Takut dapat Tuhan adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan dan kebenaran-Nya sebagai pasangan antara kasih dan pengampunan-Nya, yaitu mengenal Dia dan menyadari seluruhnya siapakah Dia (bd. Ams. 2:5).

Takut dapat Tuhan menandakan menonton Dia berbarengan bersama dengan kekaguman dan penghormatan kudus dan terhitung menghormati-Nya sebagai Allah karena kemuliaan, kekudusan, keagungan, dan kuasa-Nya yang besar (Flp. 2:12).

Ada sebagian fungsi yang kita peroleh sebab kita cemas bakal Tuhan yakni pertama, hikmat. “Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan; Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal yang mahakudus adalah pengertian” (Amsal. 9:10; 15:33).

Kedua, pengetahuan “Takut bakal TUHAN adalah permulaan ilmu namun orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal. 1:7); “Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih was-was dapat TUHAN” (Amsal 1:29).

Ketiga, kehidupan. “Takut dapat TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar berasal berasal dari jerat maut”. (Amsal. 14:27). Keempat, usia panjang. “Takut dapat TUHAN memperpanjang usia sedangkan tahun-tahun orang fasik diperpendek” (Amsal. 10:27).

Khotbah 5

Tema: Kasih Karunia

Semenjak kejatuhan manusia ke didalam dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Manusia jadi musuh Allah gara-gara ketidaktaatan dan pemberontakannya antara Allah.

Hubungan manusia bersama dengan Allah yang baik terasa rusak sehingga datang jurang pemisah antara Allah dan manusia. Oleh karena itu, manusia perlu dihukum mati gara-gara upah dosa ialah maut (Roma 6:23), sedangkan manusia tidak meresmikan kuasa untuk memperdamaikan dirinya bersama-sama Allah.

Namun, Allah mempunyai inisiatif untuk mendamaikan manusia lagi dengan diri-Nya, yaitu Allah mengutus Anak-Nya Yesus Kristus ke didalam dunia dan melewati kematian-Nya di kayu salib untuk menebus manusia berasal dari dosa agar manusia yang selayaknya dihukum mati bakal dibebaskan oleh Allah. Inilah yang dinamakan berbarengan kasih karunia.

Kasih karunia yang menyelamatkan bersangkutan berbarengan bersama dengan beberapa perihal yang butuh diterapkan di dalam kehidupan berjemaat di gereja?. Berdasarkan Efesus 2:1-10 maka sebagian hal berikut itu adalah:

Pertama, manusia diselamatkan sebab iman (ayat 8). “Betapapun benar kenyataan bahwa kita sampai pada percaya itu sekedar karena anugerah yang mendahului atau yang menyebabkannya,”berarti manusia akan yakin kepada Yesus Kristus dan terima keselamatan itu semata-mata sebab anugerah dan kemurahan Allah, bukan dikarenakan usaha manusia.

Kedua, keselamatan bukan hasil upaya manusia (ayat 8). Keselamatan bukan hasil upaya atau kelakuan baik manusia, bukan berdasarkan keberadaan manusia itu sendiri, melainkan cuman dikarenakan kasih karunia Allah dan melalui 11 tindakan Roh Kudus yang lembut bikin orang meyakini dapat bertumbuh di didalam anugerah-Nya.

Ketiga, keselamatan bukan untuk memegahkan diri (ayat 9). “Memegahkan diri gara-gara berhala-berhala pertanda yakin kepada berhala-berhala. jadi keyakinan pada diri sendiri ini (Paulus berasumsi tidak lebih baik berasal berasal dari pada pemujaan berhala) ada lawan berasal dari ketidakpercayaan pada diri sendiri yang menyandarkan seluruhnya antara Allah dan rahmat-Nya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *