15 semisal Cangkriman Wancahan bhs Jawa – Jika mengulas berkaitan karya sastra Jawa, pasti tidak bakal ada habisnya. Pasalnya karya sastra dari tanah Jawa sangatlah beraneka keliru satunya adalah cangkriman wancahan. tersebut 15 misal cangkriman wancahan dan jawabannya yang dapat dijadikan referensi.
15 misal Cangkriman Wancahan bhs Jawa
Dikutip dari buku Green Folklore karya Sony Sukmawan DKK (2015:126), cangkriman biasa dijadikan sebagai permainan anak-anak. cangkriman merupakan kalimat yang disusun bersama dengan rutin arti atau isinya mengandung maksud yang butuh dijawab.
Dalam karya sastra Jawa, cangkriman terdiri berasal dari beberapa model tidak benar satunya adalah cangkriman wancahan.
Wancah bermakna singkat, supaya cangkriman wancahan bisa disebut sebagai singkatan atau akronim didalam bhs Jawa. cankriman sendiri di ambil berasal dari struktur kata, agar mesti mencari jawabannya atau biasa disebut sebagai batangane.
Jika sebatas lewat pengertian saja, tentu benar-benar susah dalam memahaminya. Maka dari itu bersama adanya perumpamaan akan memudahkan dalam memahaminya.
Langdikum ditasbir: lulang dikum dientas njebibir (kulit direndam, setelah basah diangkat dapat mengembang).
Burnas kopen: Bubur panas kokopen (makanlah bubur panas itu bersama dengan mulut segera melekat di bibir mangkuk)
Buta buri: Tebu ditata mlebu lori (pohon tebu ditata masuk lori)
Gerbong tulis: Pager kobong watune mendhelis (Pagar terbakar batunya timbul)
Gowang pelot: Jagone ana lawang cempene mencolot (Ayam jagonya hadir di pintu, anak kambingnya melompat)
Itik pertis ibu perbeng ijah perlong: Tai pitik memper petis, tai kebo memper ambeng, tai gajah memper golong. (Kotoran ayam seperti petis, kotoran kerbau layaknya nampan besar dan kotoran gajah seperti bongkahan besar).
Kablak ketan: Nangka tiba ning suketan (Nangka jatuh di rerumputan)
Kicak ketan: Kaki macak iket-iketan (kakek-kakek berhias mengfungsikan daster)
Langdikum ditasbir: Lulang dikum dientas njebibir (Kulit direndam, sesudah basah, diangkat akan mengembang)
Ling cik tu tu ling ling yu: maling mancik watu, watu nggoling maling mlayu (Maling naik batu, batu terguling maling lari)
Manuk biru: Pamane punuk bibine kuru (Pamannya gemuk bibinya kurus)
Lutmahendut/lut mahe ndut bedhekane: welut omahe ngendut (belut rumahnya di lendut)
Tuwan Sinyo: yaiku Untu Kedawan, Gusi Menyonyo (giginya kepanjangan gusinya menonjol keluar).
Cangkriman wancahan Teh Nasgithel batangane: Teh Panas, Legi, lan Kenthel (Teh Panas, Manis, dan Kental).
Pindhang kutut: sapi mblandhang lukune katut. (Sapi kabur walukunya terbawa)
Itulah 15 perumpamaan cangkriman wancahan bahasa Jawa. Semoga info di atas akan menambah ilmu anda akan karya sastra dari tanah Jawa.